Minggu, 28 Desember 2008

Sahabat yang sejati adalah dia yang siap menghampiri dirimu disaat seluruh dunia berpaling darimu.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata 'aku lupa..' Menunggu selamanya ketika kamu berkata 'tunggu sebentar'. Tetap tinggal ketika kamu berkata 'tinggalkan aku sendiri'. Membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan belum berkata 'bolehkah saya masuk?'

***
Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya, adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia. Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata 'aku turut berbahagia untukmu'.

Apabila cinta tidak bertemu, bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi, kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan, orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan. Tapi ingatlah, melepaskan bukan akhir dari dunia melainkan awal suatu kehidupan baru.

***
Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? ketika kita menangis? ketika kita membayangkan? Ini karena hal terindah di dunia tidak terlihat.

Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan Cinta.

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan, seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan, tapi melepaskan bukan akhir dari dunia, melainkan awal suatu kehidupan baru, kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah dan tengah mencari, dan mereka yang telah mencoba.
Karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu mendapatkan keinginannya, melainkan mereka yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada, cintamu akan tetap dihatinya, sebagai penghargaan abadi atas pilihan-pilihan hidup yang telah kau buat.

Mencintai juga bukanlah bagaimana kamu melupakan dia bila ia berbuat kesalahan, melainkan bagaimana kamu memaafkan, bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti, bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasa, bukanlah bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu bertahan.

Lebih menyakitkan menangis dalam hati dari pada menangis tersedu atau mengadu, air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka dihatimu yang sulit bahkan tidak akan pernah hilang.

Sayang dalam cinta, kita sangat jarang peduli, tapi ketika cinta itu tulus, meskipun kau acuhkan, cinta tetap mulia, dan kamu seharusnya berbahagia, hatimu dapat mencintai seseorang yang kau sayang.

***

Mungkin akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

Namun bila pun kau benar-benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia, bila dia tak membalasmu, barangkali dia tengah ragu dan mencari, jangan percaya bahwa melepaskan berarti kamu benar-bernar mencintai tanpa suatu balasan, mengapa tak berjuang demi cintamu? mungkin itulah cinta sejatimu.

Kadang kala, orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cinta padamu, karena kau takut berpaling dan memberi jarak, dan bila ia suatu saat pergi, kau akan menyadari ia adalah cinta yang tidak kamu sadari.

Maka mengapa kau tak mengungkapkan cintamu, bila kau memang mencintainya, meskipun kau tak tahu apakah cinta itu ada juga padanya?

***

Cinta Sejati atau Cinta Buta?

Saat kamu merasakan cinta sejati, kamu menyayangi seseorang apa adanya, memahami kekurangannya dan menutupi kelemahannya sambil melihat sisi terbaiknya.
Saat kamu cinta buta dengan seseorang, kamu menganggapnya dia begitu sempurna hingga menutupi seluruh kekurangan yang ada pada dirinya.

Hmmm...
Kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya perbedaan antara Cinta Buta dan Cinta Sejati itu tipiiissss banget ya?

Saat kamu mencintai seseorang begitu dalamnya, kemungkinan besar kamu akan mencoba memahami kekurangannya.
Di saat itu.. apakah kamu mencintainya secara buta atau memang hanya mencintai dia apa adanya?

Saat dia melakukan kesalahan dan kamu memaafkannya, karena namanya manusia memang tak pernah lepas dari kesalahan, apakah itu berarti mencintainya secara buta atau mencintai apa adanya?

Saat hadir seseorang yang lebih baik darinya, namun tak juga kamu berpaling dari sang kekasih, apakah itu berarti mencintai apa adanya atau mencintai secara buta?

Atau saat kamu menganggapnya begitu sempurna sehingga tak ada yang mampu menggantikan kehadirannya, apakah itu berarti mencintai apa adanya atau mencintai secara buta?

Sampai sejauh mana kita bisa mencintai apa adanya tanpa harus membutakan mata?

Apakah mungkin seseorang mencintai apa adanya tanpa menjadi buta? Ataukah mencintai secara buta berarti juga mencintai apa adanya?

***
Dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang, tetapi ketika cinta itu tulus, meskipun kalah, kamu tetap menang hanya karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri.

Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang paling menyakiti hatimu dan kadang kala, teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari.

Sabtu, 29 November 2008

jiwa

Cinta yang tak dapat aku nikmati
Memendam seribu bayang tak pasti
Kesungguhan sudah tak nampak lagi
Ku tak'kan bisa jalan

Memeluk bintang yang indah tak dapat
Hanya mampu sebatas menatapi
Ketidak sepahaman menghalangi
Aku tak sanggup bila terus begini

Aku tak tahan lagi, aku tak sanggup lagi
Mengertikan dirimu, mengertikan cintamu
Aku t'lah bosan lagi, aku tak mau lagi

Mengertikan dirimu, mengertikan cintamu
Hati yang tak dapat bisa mengerti
Terpaksa kunikmati semua itu
Redamkan rasa jiwa yang tak pernah bisa
Mengartikan arti besar cintaku

##3

Maaf, ku telah menyakitimu
Ku telah kecewakanmu
Bahkan ku sia - siakan hidupku,
dan kubawa kau s'perti diriku
Walau hati ini t'rus menangis
Menahan kesakitan ini
Tapi ku lakukan semua demi cinta
Akhirnya juga harus ku relakan kehilangan cinta sejatiku
Segalanya t'lah ku berikan
Juga semua kekuranganku
Jika memang ini yang terbaik
Untuk diriku dan dirinya
Kan ku t'rima semua demi cinta

Jujur, aku tak kuasa, saat terakhir ku genggam tanganmu
Namun yang pasti terjadi, kita mungkin tak bersama lagi
Bila nanti esok hari
Ku temukan dirimu bahagia
Ijinkan aku titipkan kisah cinta kita selamanya

###

Ku tahu kau begitu

Ku tahu kau begitu ingin bersamaku
Karena akupun juga ingin bersamamu
Tapi tak semudah itu jadi pacarku
Jika baru sesaat kau jalan denganku

Bukitkanlah kau cinta padaku
Buat aku tergila-gila padamu
Jangan dulu kau lelah menunggu
Ku ingin lihat kesungguhanmu
Sebelum ku bilang i love you

I love you
Ku bilang i love you
I love you

Ku berikan satu cara mendapatkanku
Jangan banyak bicara kau tunjukkan saja
Biar aku yang nilai semua usahamu
Apakah kau bisa masuk daftar cintaku

Mudah saja kau bilang cinta padaku
Tapi lidah tetap saja bisa menipu

I love you
ku bilang i love you
I love you
Ku bilang i love you
I love you
Ku bilang i love you
I love you
I love you ku bilang i love you



###
Sedikit waktu yang kau miliki
Luangkanlah untukku
Harap secepatnya datangi aku
S'kali ini ku mohon padamu
Ada yang ingin ku sampaikan
Sempatkanlah...
Hampa kesal dan amarah
S'luruhnya ada dibenakku
Tandai seketika
Hati yang tak terbalas
Oleh cintamu...
Kuingin marah, melampiaskan tapi kuhanyalah sendiri disini
Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada
Bahwa hatiku kecewa...
Sedetik menunggumu disini, s'perti seharian
Berkali kulihat jam ditangan
Demi membunuh waktu
Tak kulihat tanda kehadiranmu
Yang semakin meyakiniku
Kau tak datang


###

Bila cintamu tlah pudar
Aku tak dapat bertahan
Sejuta harapan sirna,
sirna sudah...
Kutak bisa `tuk memaksa
dapat pertahankan cinta
Jika memanglah sudah,
hilang semua...

Sperti bintang di angkasa
jatuh tak dapat bertahan
Hancur dan teruslah musnah,
selamanya...
Mungkin inilah saatnya
hilang 1 yang terindah
Melelahkan bila,
kuharus bertahan...

Ku melepaskan yang tak kurelakan
Cintamu yang hilang dapat aku rasakan
Inikah jawaban semua perjalanan?
Berakhir menyakitkan,
sanggupkah ku padamkan...

Dapat ku mengertikan semuanya...
Dan kuserahkan waktunya
yang tak mungkin mudah lepaskan
kenanganku denganmu...

###

jauhkah dirimu dariku
dan semua yang ada tentang kamu
bawa pergi jauh bayangmu
dan semua yang ada tentang kamu

* dan kini ku benci cintai kamu
kini kusesali ku buang waktuku

aku benci tetang kamu
dan semua tentang dirimu
mengapa kau buat aku terlalu cintaimu
betapa bodohnya aku mempercayai dirimu
ikuti caramu tuk jatuhkan aku
sepertinya kamu tau bahwaku
begitu mencintai dirimu
sehingga kau permainkanku
seolah kau cintai diriku

aku benci tetang kamu
dan semua tentang dirimu
mengapa kau buat aku terlalu cintaimu
cukup banggakah dirimu keterpurukan diriku
asalkan kau tau aja kini ku benci tetang kamu



###

Sepertinya aku menyadari Saat kau pergi tinggalkan aku
Artimu kini kuresapi Ketika sunyi mendekap hati

Ingin pelukan malam ini Dalam pekatnya aku menangis
Sejenak langkah kuterhenti Dimana kini aku berdiri

Persetan pagi ini
Aku tak ingin bangun lagi
Biar lepas aku kembali
Bermimpi…

Saatnya kini kumengerti Langkahku ingin aku menepi
Semua harus kuakhiri Penantianku sampai disini

Persetan pagi ini aku tak ingin bangun lagi
Biar lepas aku kembali bermimpi
Persetan hari ini aku lelah untuk berlari
Coba untuk hindari hati disini

Aku mungkin jatuh hati
Tapi pasti patah lagi
Adilkah ini…

Persetan pagi ini aku tak ingin bangun lagi
Cukup sudah aku menanti disini
Persetan hari ini aku lelah untuk berlari
Coba untuk hindari hati disini

Persetan pagi ini aku tak ingin bangun lagi
Biar lepas aku kembali bermimpi
Persetan hari ini aku lelah untuk berlari
Coba untuk hindari hati disini

Aku mungkin jatuh hati
Tapi pasti patah lagi
Adilkah ini…

Aku ingin jatuh hati
Tapi pasti patah lagi
Adilkah ini…

Persetan hari ini
Aku lelah berlari
Jangan bangunkan aku lagi
Disini…

Jumat, 28 November 2008

ae,,,,,,,